Pages

Banner Jalan

 
Tampilkan postingan dengan label Artikel G. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel G. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2012

Pengembangan Anggaran Berbasis Kinerja

0 komentar

Anggaran Berbasis Kinerja ( Performance Based Budget ) menekankan pada Kinerja (Performance) dan bukan pada keterperincian dari suatu alokasi anggaran. Pekerjaan dalam suatu program dipecah dalam bentuk beban kerja dan unit hasil yang dapat diukur. Hasil pengukurannya dipergunakan untuk menghitung masukan dana dan tenaga yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan suatu program.
Anggaran berdasarkan hasil ini merupakan alat manajemen yang dapat mengidentifikasi secara jelas satuan dari hasil suatu program dan sekaligus merinci butir perbutir dari kegiatan yang harus dibiayai. Lebih lengkapnya klik disini.
Read more...

TAFSIR BI AL RA'YI

0 komentar
Sebagai salah satu khazanah ilmu pengetahuan islam, tafsir menduduki posisi yang sangat urgen sekali. Pasalnya, ia memiliki fungsi untuk mempelajari kata demi kata dan susunan kalimat ayat-ayat al-Qur’an guna mengetahui maksud Allah dalam memfirmankan ayat-ayat-Nya. Pemahaman terhadap maksud tersebut berimbas kepada pengaplikasian ayat-ayat al-Qur’an —terutama ayat-ayat tentang hukum. Jika salah dalam memahami maksud dari suatu ayat maka tentu akan mengakibatkan salahnya pengaplikasian dari ayat tersebut, dan tentu saja itu adalah kesalahan yang fatal.
Berdasarkan kepada dasar yang dijadikan patokan dalam menafsirkan al-Qur’an, di dalam istilah ilmu tafsir, tafsir dibagi menjadi dua macam yaitu tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi al-ra’yi. Tafsir bi al-ma’tsur berdasarkan kepada, pertama, ayat al-Qur’an lainnya yang semakna dan mengandung penjelasan dari ayat yang dimaksud. Kedua, berdasarkan kepada hadits-hadits Nabi Saw., shahabat dan tabi’in (generasi umat islam awal) yang terjamin ke-shahîh-annya. Selengkapnya silahkan baca disini.
Read more...

Sabtu, 09 Juni 2012

Misteri NUPTK

0 komentar

Khusus di Kabupaten Deli Serdang Prov. Sumatera Utara pengurusan NUPTK baik bagi yang baru mengurus maupun yang mau Registrasi NUTK sangat memerlukan waktu yang sangat lama. Hal ini disebabkan Operator NUPTK hanya berpusat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KabupatenDeli Serdang. Sementara PTK (Jumlahnya Ribuan PTK) yang harus dilayani adalah berasal dari Guru Kemenag dan Guru Kemdikbud. Belum lagi ruangan yang digunakan untuk melayani sang PTK sangat sempit sekali. Demi untuk kepengurusan NUPTK sang PTK/Guru harus mondar mandir dan menunggu seharian di lokasi operator NUPTK, artinya sang guru harus permisi tidak mengajar/tidak bertugas di sekolah/madrasah untuk waktu penyelesaian NUPTK. Saya tidak bermaksud menyalahkan semua pihak, setidaknya melalui tulisan ini saya berharap Pihak Instansi Terkait yang berhubungn dengan NUPTK dapat memikirkan hal ini, agar urusan guru dengan NUPTK-nya tidak memakan waktu lama yang terkesan bertele-tele alias dipersulit, padahal saya yakin tidak ada petugas ataupun operator yang mempersulit urusan guru.

Semoga urusan NUPTK bagi PTK dapat teratasi sesegera mungkin.

Apa itu NUPTK

NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah nomor identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data periwayatan.

NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengna pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiki NUPTK adalah:
1. Berpartisipasi dalam sebuah proses/mekanisme pendataan secara nasional sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.
2. Mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan bersifat nasional dalam mengikuti berbagai program/kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah.
(Sumber : http://psdmp.kemdiknas.go.id/index.php/nuptk)
PTK (Pendidik/Tenaga Kependidikan) dapat mengajukan NUPTK dengan mengisi kuisioner dengan cara mengunduh disini
NUPTK selalu digunakan unuk syarat melengkapi segala sesuau yang berkaitan dengan guru, seperti : PLPG, Pencairan TPP, Pengusulan NRG, yang kesemuanya itu guru pemilik NUPTK harus membuktikannya dengan Print Out NUPTK atau Kartu NUPTK.

Proses mendapatkan NUPTK
NUPTK sangat penting bagi PTK (pendidik dan tenaga kependidikan) karena NUPTK menunjukkan terdatanya seorang PTK secara nasional. Manfaatnya, dapat mengikuti/menerima program-program pemberdayaan, pemberian kesejahteraan dan peningkatan kompetensi, kualifikasi, serta peningkatan profesionalisme (sertifikasi) yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Jakarta.

Persyaratan Mendapatkan NUPTK
Persyaratan standar minimal tentang PTK yang bisa dijaring baik pendidikan Formal maupun Non Formal untuk mendapatkan NUPTK

Persyaratan umum:
1. WNI dan WNA yang sudah naturisasi
2. Menjadi Pendidik (melakukan tatap muka di depan kelas) dan Tenaga Kependidikan (menunjang proses pendidikan) baik pada     pendidikan formal maupun non formal, PNS maupun non PNS dan baik dibawah binaan Kemendiknas maupun Kemenag.

Persyaratan Khusus :
a. PTK Pendidikan Formal
1) Untuk PNS/CPNS yang dibuktikan dengan bukti SK Penetapan sebagai Guru/Pendidik untuk segera dilakukan proses pendataan berdasarkan bukti fisik pendukung.
2) Untuk Non PNS pendataan usulan baru dilakukan  maksimal 2 (dua) kali dalam setahun (pada bulan Juni dan Desember menjelang awal semester) dengan syarat : Minimal telah memiliki masa kerja 2 tahun yang dibuktikan dengan SK Penugasan dari lembaga yang berwenang.

b. PTK Non Formal
Segera melakukan pendataan PTK-PNF berdasarkan bukti fisik pendukung. Pengusulan NUPTK bagi PTK-PNF dengan syarat :
1) Sampai akhir tahun 2010 semua PTK PNF segera dimasukkan ke dalam database SIM NUPTK-PNF untuk diproses generate NUPTK.
2) Mulai tahun 2011, PTK-PNF yang diusulkan masuk database SIMNUPTK PNF minimal memiliki masa kerja 2 tahun (TMT minimal bulan Juli tahun 2009).
3) Lembaga/instansinya terdaftar di dinas pendidikan setempat
Sumber:  http://pmptk.kemdiknas.go.id/

Bagi yang belum pernah mengisi instrumen PTK atau data PTK belum lengkap:
1. Ambil format instrumen individu data PTK di sekolah atau di Dinas Pendidikan Kab./Kota bagian Ketenagaan Sekretariat Pendaftaran. Atau, dapat diunduh di sini (lihat di bagian akhiur tulisan).
2. Isi dengan benar dan selengkap-lengkapnya sesuai petunjuk! NUPTK bisa keluar tergantung dari kelengkapan dan keabsahan instrumen.
3. Kumpulkan ke TU sekolah/Kepala Sekolah atau langsung kirim ke Dinas Pendidikan Kab./Kota untuk dientri.
4. Dikirim ke LPMP (oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota)  dan akan dikirim ke Ditjen PMPTK Jakarta untuk dikeluarkan NUPTK-nya.
Read more...

Rabu, 23 Mei 2012

Cara Membuat Tabel di Postingan Blog Dengan Menggunakan Google Dokumen

0 komentar
Selamat siang agan-agan semua... Sehatkah? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan yang sehat wal afiat ya... Saya mau share Cara Membuat Tabel di postingan Blog dengan Menggunakan Google Dokumen, yang sudah lama bergelut di bidang blogger pasti sudah pada tahu cara membuat Tabel di Blog, tapi yang banyak di share orang-orang cara membuat Tabel di Blog itu menggunakan bahasa HTML yang saya sendiri bahasa HTML itu lumayan pusing apalagi para Blogger baru, saya sendiripun Blogger Newbie sih.....

Disini saya akan membuat tabel dengan memanfaatkan Google Dokumen, Cara Membuat Tabel di Google Dokumen ini hampir sama persis dengan Membuat Tabel di Microsoft Excel yang berupa spreadsheet. Kelebihannya adalah tabel ini online dan bisa disisipkan di Blog maupun di situs Web.

Beberapa kelebihan dari cara membuat tabel dengan Google Dokumen diantaranya:
1. Tidak perlu memahami bahasa HTML yaitu kode (“<table>, <td>, <tr>”) dan sebagainya.
2. Tampilan tabel seperti Spreadsheet Excel, dan bisa terdiri dari beberapa Sheet.
3. Luas tabel (terutama lebar) tidak dibatasi oleh lebar halaman blog.
4. Data dalam tabel tidak bisa di bajak (copas).
5. Mudah di edit langsung di Google Dokumen.
6. Lebar dan panjang baris maupun kolom mudah diatur, tanpa kode HTML (“width, height, dll”)
7. Jumlah baris dan kolom bisa diatur yang ingin ditampilkan dan yang tidak ingin ditampilkan

Dan kekurangan cara membuat tabel dengan Google Dokumen yaitu, tidak bisa menyisipkan link.

Langsung saja ke langkah Cara Membuat Tabel di Postingan Blog Menggunakan Google Dokumen yaitu sebagai berikut:

1. Login ke Google Dokumen
Membuat Tabel di Blog Dengan Google Dokumen

Kita harus mempunyai akun Google terlebih dahulu, yang belum mempunyai akun Google silahkan klik Disini.

2. Klik “Buat” dan pilih “Spreadsheet“
Membuat Tabel di Blog Dengan Google Dokumen

3. Isi data tabel dan percantik seperti yang biasa kita buat di Spreadsheet Excel.
Cara Membuat Tabel di Postingan Blog Menggunakan Google Dokumen

4. Disini pekerjaan kita akan tersimpan secara otomatis, beri nama dokumen yang sedang kita buat ini. Klik "File" kemudian Klik "Ganti Nama".
Cara Membuat Tabel di Postingan Blog Menggunakan Google Dokumen

5. Jika dokumen yang kita buat sudah selesai, Klik “File” dan pilih “Publikasikan ke Web“

6. Contreng “Diterbitkan ulang secara otomatis saat perubahan dibuat“ kemudain Klik “Mulai Meneribitkan”.
epuljapanese, JAPANESE PULSA, Cara Membuat Tabel di Postingan Blog Menggunakan Google Dokumen

7. Kemudian pilih “HTML yang akan disematkan pada satu laman”
epuljapanese, JAPANESE PULSA, Cara Membuat Tabel di Postingan Blog Menggunakan Google Dokumen

Copy kode tabel untuk nantinya di paste di Postingan Blog kita.

8. Pastekan pada Postingan Blog kita kode yang tadi di copy, kemudian pada kode tersebut kita bisa atur lebar dan panjang tabel pada bagian width dan height sesuai dengan lebar halaman blog. Kelebihan panjang maupun lebar tabel akan ditampilkan dalam bentuk scroll (layar gulung).

Contoh hasil membuat tabel dengan Google Dokumen tadi adalah seperti dibawah:
Anda baru saja telah membaca artikel di EpulJapanese Blog yang berjudul: 
Read more...

Cara Buat Tabel di Postingan Blogspot

1 komentar
Membuat Tabel di dalam sebuah postingan blog blogspot dulunya membuat saya kebingungan karena di blog sobat – sobat ada yang memakai tabel, setelah kunjungan ke beberapa blog sobat yg membahas masalah tabel, akhirnya sekarang saya mulai paham cara membuatnya, sekedar share kepada sobat-sobat yang blm mengerti cara membuat tabel, boleh simak langkah-langkah di bawah ini :

  1. Seperti biasa silahkan anda login di blogger
  2. Pilih posting
  3. Buat Entri
  4. Pilih Edit HTML, kemudian copy dan paste kode dibawah ini

<table border=1>
  <tbody>
    <tr>
        <td>
Nama 1</td>
        <td>
Nama 2</td>
        <td>
Nama 3</td>
   <td>Nama 4</td>
</tr>
<tr>
<td>
Alamat 1</td>
<td>
Alamat 2</td>
<td>
Alamat 3</td>
      <td>Alamat 4</td>
 </tr>
</tbody>
</table>

5. Kemudian pilih Compose, anda akan melihat hasil tabel sbb:


      6. Setelah itu anda tinggal mengedit isi dari tabel sesuai kebutuhan anda
7. Selesai.

Read more...

Selasa, 15 Mei 2012

Program Keterampilan Tekan Angka Pengangguran

0 komentar
Habis Gelap Terbitlah Terang. Judul buku pejuang emansipasi RA Kartini itu agaknya bisa menjadi pilihan kalimat yang tepat untuk menggambarkan Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Berkat pengembangan berbagai program keterampilan (vokasi) oleh Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Nasional, desa yang dulu tertinggal itu sekarang menjadi gemah ripah loh jinawi.
Perubahan itu dirasakan benar oleh Sukirno (39), warga Desa Gemawang yang sebelumnya bekerja serabutan mulai dari buruh tani, pabrik hingga bangunan. Sejak digulirkannya program vokasi di desa itu setahun terakhir, ia tak pernah menganggur lagi. Hari-harinya disibukkan dengan membuat alat edukasi untuk dipasok ke pusat belajar pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tersebar di seputar Jawa Tengah.
"Kebetulan saya senang menggambar dan membuat kerajinan tangan, jadi bergabung di vokasi alat edukasi," kata pria lajang ini.
Soal penghasilan, Sukirno mengaku jumlahnya memang tidak sebesar jika ia menjadi buruh pabrik. Namun, pekerjaan yang teratur membuat suasana hatinya lebih tenang dalam menjalani hidup.
Begitu juga dengan dengan nasib Wiwin Trikurniawan, pria 29 tahun yang kini "juragan" ikan lele. Sejak aktif dalam program pelatihan keterampilan budi daya lele, hasil panennya tidak pernah mengecewakan. Wiwin bersama kelompoknya di vokasi perikanan berhasil menjual sekitar 6.000 ekor ikan lele setiap bulannya.
Karena tingginya permintaan ikan lele dari para pedagang, menurut Wiwin, maka saat ini anggotanya memiliki kolam ikan di halaman rumahnya masing-masing. "Kolam ini rencananya menjadi kolam pembibitan saja. Sebab, kalau hanya mengandalkan dua kolam ini, permintaan pasar tidak bisa dipenuhi," ucap Wiwin.
Pembuatan alat edukasi PAUD dan pemeliharaan lele ini merupakan dua dari beberapa keterampilan yang dikembangkan di Desa Gemawang, seperti pembuatan batik, madu, kopi, roti, makanan kecil untuk oleh-oleh seperti keripik tempe, lanting dan keripik pisang, budi daya indigo, kelengkeng, pupuk organik, jamur tiram, tanaman obat hingga peternakan kelinci.
Ade Kasmiadi, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (P2PNFI) Regional II Jateng, sekaligus penggagas pembentukan desa vokasi itu menuturkan, pengembangan desa vokasi menekankan pada pemberian sejumlah kecakapan hidup bagi masyarakat untuk pengentasan kemiskinan.
"Masyarakat dilatih oleh para praktisi yang benar-benar jago di lapangan, hingga mereka benar-benar berhasil dan mandiri. Kami juga melakukan pendampingan untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilannya," ujarnya.
Ade mengemukakan, ada 13 pelatihan yang diikuti 10-20 peserta tergantung pada inatnya. Dari kegiatan itu, kemudian dikembangkan lagi dalam beberapa kelompok usaha produktif. Dengan demikian, masyarakat yang ingin belajar berusaha bisa mengikuti kelompok usaha yang ada.
Selain mengembangkan kelompok-kelompok usaha produktif sesuai potensi lokal, di Desa Gemawang juga tersedia perpustakaan. Perpustakaan itu dijalankan secara berkeliling ke dusun-dusun sehingga warga bisa membaca aneka buku pengetahuan.
"Keberadaan perpustakaan desa ini sangat penting karena warga bisa belajar tidak saja keterampilan lewat buku-buku, tetapi juga pengetahuan lainnya. Jadi, bukan saja keterampilan yang diasah, tetapi juga otaknya agar wawasannya lebih terbuka," ucapnya.
Ade mengungkapkan, gagasannya tentang desa vokasi sebenarnya terinspirasi oleh kebijakan Pemerintah Thailand lewat program "One Tambon, One Product" atau "Satu Kampung, Satu Produk", yaitu satu kampung/desa wajib memiliki satu produk unggulan.
"Awalnya, produk-produk unggulan itu hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Namun, karena digarap secara serius, maka produk-produk unggulan dari desa-desa di Thailand itu bisa menembus pasar internasional," kata Ade seraya berharap suatu hari nanti produk dari desa vokasi juga bisa go international.
Pembentukan desa vokasi ini terbilang tepat untuk mengatasi angka pengangguran di Indonesia yang makin membengkak. Analoginya sangat sederhana, jika masyarakat pedesaan sudah mandiri dan bahkan bisa mendatangkan devisa dengan produk-produk unggulan lokal, maka mereka tidak akan menyerbu wilayah perkotaan. (Tri Wahyuni)

Sumber: http://www.bpplsp-reg5.go.id/berita-273-id-program-keterampilan-tekan-angka-pengangguran-.html
Read more...