Kepala MTs YP. H. Datuk Abdullah Tanjung Morawa yang juga sebagai Kepala MAS. YP. H. Datuk Abdullah Tanjung Morawa RESMI pada tanggal 19 Nopember 2012 di Wisuda oleh Rektor IAIN Sumatera Utara. Acara yang digelar di Kampus I IAIN Sumut pada Gelanggang Mahasiswa IAIN memberikan arti tersendiri bagi Kepala MTs/MAS. Perjuangan untuk mendapatkan gelar Master of Arts ini melalui perjuangan yang sangat melelahkan, tapi itu memang prinsip belajar, penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Semoga Ilmu yang didapat dapat bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama.
Featured Post 1 with Small Thumbnail
Featured Post 2 with Small Thumbnail
Featured Post 3 with Small Thumbnail
Featured Post 4 with Small Thumbnail
Title Featured Post 1
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Title Featured Post 2
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
Title Featured Post 3
Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros...More
Title Featured Post 4
Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam...More
Senin, 19 November 2012
Jumat, 31 Agustus 2012
66.219 Guru Jateng Mengulang UKG
SEMARANG- Sebanyak 66.219 pendidik
bersertifikat di Jawa Tengah akan mengulang pelaksanaan Uji Kompetensi
Guru (UKG) pada Oktober mendatang. Mereka melaksanakan UKG ulang, karena pada penyelenggaraan Juli lalu tertunda disebabkan gangguan teknis dari Kemdikbud.
Pelaksanaan UKG pada pertengahan Juli tertunda, karena di beberapa daerah tidak dapat mengakses server Kemdikbud, sehingga ada puluhan ribu peserta khususnya di Jateng tidak bisa mengikuti proses pemetaan kompetensi pendidik.
Kasi Pemetaan Mutu Pendidikan LPMP Jateng Yuli Haryanto mengatakan, untuk di Jawa Tengah tercatat jumlah peserta UKG pada tahap pertama di bulan Juli sebanyak 116.514 orang. Mereka terdiri atas guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
�Namun, dalam proses tersebut yang terhitung mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2012, hanya 50.295 guru yang bisa mengikuti,� ungkapnya.
Pada pelaksanaan hari pertama yang terjadwal untuk ujian guru SMP, hampir di semua kabupaten/kota gagal atau tidak bisa terkoneksi dengan server.
Namun, pada hari kedua sudah banyak daerah yang bisa mengakses dan guru dapat mengerjakan tes, kecuali untuk wilayah Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen.
Beragam
Jumlah guru yang dapat mengikuti UKG di berbagai daerah sangat beragam. Ada yang sudah 70% hingga 90% guru sudah dapat ikut tes, tapi ada juga daerah yang keikutsertaan pesertanya pada persentase 0% hingga 2% seperti di Magelang, Boyolali, Kebumen, dan Wonosobo.
�Seperti di Pati, Rembang, Jepara, Tegal, dan Pemalang pada hari kedua UKG sudah lancar dan guru bisa ikut UKG,� ujar Yuli.
Sesuai rencana awal, bagi pendidik yang belum bisa mengikuti UKG pada tahap pertama akan turut di bulan Oktober bersama uji kompetensi kepala sekolah, guru SMK, dan pengawas sekolah.
�Jadwal akan dimulai 2 Oktober, namun hingga kapan kami belum tahu. Kemdikbud tengah mempersiapkan secara matang mengenai jumlah peserta dan data guru agar pada pelaksanaan nanti tidak terjadi gangguan teknis lagi,� tandasnya. (K3-37).
Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6798.
(by.iwas)
Pelaksanaan UKG pada pertengahan Juli tertunda, karena di beberapa daerah tidak dapat mengakses server Kemdikbud, sehingga ada puluhan ribu peserta khususnya di Jateng tidak bisa mengikuti proses pemetaan kompetensi pendidik.
Kasi Pemetaan Mutu Pendidikan LPMP Jateng Yuli Haryanto mengatakan, untuk di Jawa Tengah tercatat jumlah peserta UKG pada tahap pertama di bulan Juli sebanyak 116.514 orang. Mereka terdiri atas guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
�Namun, dalam proses tersebut yang terhitung mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2012, hanya 50.295 guru yang bisa mengikuti,� ungkapnya.
Pada pelaksanaan hari pertama yang terjadwal untuk ujian guru SMP, hampir di semua kabupaten/kota gagal atau tidak bisa terkoneksi dengan server.
Namun, pada hari kedua sudah banyak daerah yang bisa mengakses dan guru dapat mengerjakan tes, kecuali untuk wilayah Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen.
Beragam
Jumlah guru yang dapat mengikuti UKG di berbagai daerah sangat beragam. Ada yang sudah 70% hingga 90% guru sudah dapat ikut tes, tapi ada juga daerah yang keikutsertaan pesertanya pada persentase 0% hingga 2% seperti di Magelang, Boyolali, Kebumen, dan Wonosobo.
�Seperti di Pati, Rembang, Jepara, Tegal, dan Pemalang pada hari kedua UKG sudah lancar dan guru bisa ikut UKG,� ujar Yuli.
Sesuai rencana awal, bagi pendidik yang belum bisa mengikuti UKG pada tahap pertama akan turut di bulan Oktober bersama uji kompetensi kepala sekolah, guru SMK, dan pengawas sekolah.
�Jadwal akan dimulai 2 Oktober, namun hingga kapan kami belum tahu. Kemdikbud tengah mempersiapkan secara matang mengenai jumlah peserta dan data guru agar pada pelaksanaan nanti tidak terjadi gangguan teknis lagi,� tandasnya. (K3-37).
Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6798.
(by.iwas)
300 Ribu Guru Madrasah Sudah Sertifikasi
Bogor (Pinmas)—Sekjen Kementerian Agama
Bahrul Hayat PhD menyatakan, pihaknya tengah memproses sertifikasi guru
madrasah baik guru negeri maupun swasta. Sampai saat ini sudah sekitar
300 ribu guru madrasah di tanah air yang telah menempuh proses
sertifikasi.
“Seluruhnya guru madrasah sekitar 650 ribu, memang belum sampai 50 persen yang sudah sertifikasi,” kata Bahrul Hayat usai mengisi materi pada workshop peningkatan wawasan penelitian pendidikan agama dan keagamaan, Rabu (29/8) menjelang tengah malam. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag di Hotel Lor In Sentul, Bogor berlangsung 28-30 Agustus.
Seluruh proses sertfikasi guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama, kata Sekjen, ditargetkan dapat rampung tahun 2014. “Peningkatan kualitas pendidikan di tanah air tidak terlepas dari perbaikan kualitas guru,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sekjen juga memaparkan tentang buku yang
bertajuk Benchmark Internasional Mutu Pendidikan yang ditulis pejabat
kelahiran Tasikmalaya ini yang mengupas soal kebijakan pendidikan yang
dinilai telah bergeser dari input-oriented ke outcome-based.
Menurut alumnus S-2 Universitas Pittsburgh (1989) dan S-3 Universitas Chicago, Amerika Serikat (1992) ini perbaikan dan peningkatan mutu masukan dan proses pendidikan harus merupakan upaya penjabaran untuk mencapai expected outcome tadi. Oleh karena itu, standardisasi expected outcome dalam bentuk kompetensi menjadi titik awal untuk standardisasi masukan dan proses pendidikan.
Selain itu, pada era globalisasi, telah terjadi mutual recognition antarnegara tentang kualifikasi lulusan ini, sehingga meniscayakan adanya proses nasionalisasi dan transnasionalisasi kompetensi lulusan lembaga pendidikan. Kompetensi lulusan itu bergeser dari local specific ke global universal sebagai survival kit untuk dapat bertahan pada era mendatang.
Pola pikir ini telah sejak lama menjadi bagian dari diskusi-diskusi pakar pendidikan di Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA), yang kemudian menghasilkan upaya benchmarking internasional mutu pendidikan.
Buku tersebut membahas studi internasional yang diadakan oleh OECD dan IEA, yaitu Program for International Student Assessment (PISA), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), dan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS). Hasil studi itu telah mengingatkan bahwa sistem pendidikan di negeri ini perlu penataan baru agar senantiasa berperan merintis dan memantapkan kemajuan kehidupan mendatang dalam peradaban yang tinggi, indah, dan bermartabat.
“Potensi manusia dapat dikembangkan secara proposional jika pendidikan, literasi bahasa, matematika dan sains dilakukan secara terintegrasi,” kata Sekjen Bahrul Hayat. (ks)
Sumber: http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=102227 (iwas).
“Seluruhnya guru madrasah sekitar 650 ribu, memang belum sampai 50 persen yang sudah sertifikasi,” kata Bahrul Hayat usai mengisi materi pada workshop peningkatan wawasan penelitian pendidikan agama dan keagamaan, Rabu (29/8) menjelang tengah malam. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag di Hotel Lor In Sentul, Bogor berlangsung 28-30 Agustus.
Seluruh proses sertfikasi guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama, kata Sekjen, ditargetkan dapat rampung tahun 2014. “Peningkatan kualitas pendidikan di tanah air tidak terlepas dari perbaikan kualitas guru,” ujarnya.
Menurut alumnus S-2 Universitas Pittsburgh (1989) dan S-3 Universitas Chicago, Amerika Serikat (1992) ini perbaikan dan peningkatan mutu masukan dan proses pendidikan harus merupakan upaya penjabaran untuk mencapai expected outcome tadi. Oleh karena itu, standardisasi expected outcome dalam bentuk kompetensi menjadi titik awal untuk standardisasi masukan dan proses pendidikan.
Selain itu, pada era globalisasi, telah terjadi mutual recognition antarnegara tentang kualifikasi lulusan ini, sehingga meniscayakan adanya proses nasionalisasi dan transnasionalisasi kompetensi lulusan lembaga pendidikan. Kompetensi lulusan itu bergeser dari local specific ke global universal sebagai survival kit untuk dapat bertahan pada era mendatang.
Pola pikir ini telah sejak lama menjadi bagian dari diskusi-diskusi pakar pendidikan di Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA), yang kemudian menghasilkan upaya benchmarking internasional mutu pendidikan.
Buku tersebut membahas studi internasional yang diadakan oleh OECD dan IEA, yaitu Program for International Student Assessment (PISA), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), dan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS). Hasil studi itu telah mengingatkan bahwa sistem pendidikan di negeri ini perlu penataan baru agar senantiasa berperan merintis dan memantapkan kemajuan kehidupan mendatang dalam peradaban yang tinggi, indah, dan bermartabat.
“Potensi manusia dapat dikembangkan secara proposional jika pendidikan, literasi bahasa, matematika dan sains dilakukan secara terintegrasi,” kata Sekjen Bahrul Hayat. (ks)
Sumber: http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=102227 (iwas).
Sabtu, 18 Agustus 2012
Idul Fitri 1433 H Jatuh Pada Hari Ahad 19 Agustus 2012
19 Agustus 2012. Hal ini dipastikan setelah sidang itsbat penetapan 1 Syawal Kementerian Agama memutuskan hal tersebut, Sabtu (18/8) bertempat di Gedung Kementerian Agama. Sidang ini diikuti oleh anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama RI, Ormas Islam, Pimpinan Pesantren, Akademisi dan Lembaga Astronomi seperti Boscha, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Planetarium, Bakosurtanal dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ).
Ketua
BHR yang juga merangkap Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan
Syariah, Dr. Muchtar Ali melaporkan, berdasar hasil pemantauan di 80
titik rukyat yang tersebar di seluruh Indonesia dan yang berhasil
melihat hilal di tiga titik yaitu Kupang, Makasar dan Gresik, posisi
hilal berada di atas ufuk antara 5-7 derajat. Dengan demikian,
berdasarkan ketentuan yang berlaku, 1 Syawal jatuh pada hari ahad
besok.
“Berdasarkan hasil pemantauan, posisi hilal berada di atas standar penetapan kalender qomariyah negara anggota MABIMS", tegasnya.
Ditempat yang sama, Menteri Agama, Suryadharma Ali, mengatakan secara astronomi sudah dijelaskan dan tidak ada keraguan sedikitpun jika hilal dapat dilihat. Begitupun dengan laporan dari ormas-ormas Islam bahwa hilal di atas batas imkanurrukyah. Karenananya, lanjut dia, 1 Syawal 1433 H bertepatan dengan hari Ahad 19 Agustus 2012.
“Berdasarkan hasil pemantauan, posisi hilal berada di atas standar penetapan kalender qomariyah negara anggota MABIMS", tegasnya.
Ditempat yang sama, Menteri Agama, Suryadharma Ali, mengatakan secara astronomi sudah dijelaskan dan tidak ada keraguan sedikitpun jika hilal dapat dilihat. Begitupun dengan laporan dari ormas-ormas Islam bahwa hilal di atas batas imkanurrukyah. Karenananya, lanjut dia, 1 Syawal 1433 H bertepatan dengan hari Ahad 19 Agustus 2012.
Menag
menambahakan pihaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan
seluruh elemen ormas Islam untuk menemukan kata sepakat dalam standar
penetapan bulan qomariyah. "Alhamdulillah tahun ini kita lebaran
bersama. Semoga menjadi awal yang baik", tegasnya
Sidang Isbat tersebut dimulai pukul 17.00 WIB. Tampak hadir beberapa pejabat Kemenag, diantaranya Wakil Menag Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil. Sejumlah ormas juga hadir diantaranya MUI, Nahdlatul Ulama, Al Wasliyah, Persis, ICMI, Al Ijtihadiyah, LDII, dan Hidayatullah. Perwakilan dubes negara Islam juga hadir seperti dari Kedubes Brunei Darussalam, Palestina, dan Iran
Sidang Isbat tersebut dimulai pukul 17.00 WIB. Tampak hadir beberapa pejabat Kemenag, diantaranya Wakil Menag Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil. Sejumlah ormas juga hadir diantaranya MUI, Nahdlatul Ulama, Al Wasliyah, Persis, ICMI, Al Ijtihadiyah, LDII, dan Hidayatullah. Perwakilan dubes negara Islam juga hadir seperti dari Kedubes Brunei Darussalam, Palestina, dan Iran
Sidang
Itsbat merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan penentuan
bulan qomariyah. Pemerintah diberikan amanat untuk menyelenggarakan
sidang ini sebagai forum pengambilan ketetapan tekait penanggalan bulan
qomariyah berdasarkan hasil Musyawarah pimpinan ormas Islam, MUI dan
Pemerintah di Jakarta 28 September 1998 dan Fatwa MUI Nomor 2 tahun
2004. (syam-jeje)
Sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id/component/content/article/39-berita/572-idul-fitri-2012-lebaran-istbat-1-syawal.html (Upload by iwas)
Nilai Rata-rata UKG Gelombang Pertama 4,5
JAKARTA, KOMPAS.com � Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik
(BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Syawal
Gultom mengungkapkan, nilai rata-rata nasional uji kompetensi guru (UKG)
gelombang pertama adalah 4,5. Menurut dia, nilai rata-rata ini sudah
menggambarkan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan
para guru dalam meningkatkan kompetensinya.
Dia mencontohkan, misalnya untuk mata pelajaran Matematika, apakah guru kesulitan di Aljabar, Geometri, atau Statistik. Berdasarkan hasil UKG, Kemdikbud akan mendesain diklatnya.
"Hasil UKG ini masukan berharga bagi guru untuk mengembangkan diri sendiri, masukan bagi sekolah untuk membina guru, penyelenggara diklat, serta lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK)," kata Syawal di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
UKG gelombang pertama yang dimulai 31 Juli telah selesai diselenggarakan hingga 12 Agustus lalu. Sebanyak 624.702 guru telah mengikuti UKG dari total jumlah peserta yang mencapai 1.006.211 guru. UKG sendiri melibatkan 2.979 tempat uji kompetensi (TUK).
Kemdikbud sebagai penyelenggara ujian telah memastikan bahwa UKG hanya untuk memetakan dan memperoleh data awal untuk pembinaan guru selanjutnya. Singkatnya, UKG hanya untuk mengawal guru sampai mencapai batas kompetensi minimal tugas keprofesiannya dan tidak terkait dengan pemberian tunjangan profesi.
Pelaksanaan UKG gelombang kedua akan dilaksanakan pada 2 Oktober. Peserta yang ikut, selain yang terjadwal mengikuti pada gelombang kedua, juga peserta yang gagal mengikuti UKG di gelombang pertama karena kendala teknis dan administrasi.
Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6791 (upload by: iwas)
Dia mencontohkan, misalnya untuk mata pelajaran Matematika, apakah guru kesulitan di Aljabar, Geometri, atau Statistik. Berdasarkan hasil UKG, Kemdikbud akan mendesain diklatnya.
"Hasil UKG ini masukan berharga bagi guru untuk mengembangkan diri sendiri, masukan bagi sekolah untuk membina guru, penyelenggara diklat, serta lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK)," kata Syawal di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
UKG gelombang pertama yang dimulai 31 Juli telah selesai diselenggarakan hingga 12 Agustus lalu. Sebanyak 624.702 guru telah mengikuti UKG dari total jumlah peserta yang mencapai 1.006.211 guru. UKG sendiri melibatkan 2.979 tempat uji kompetensi (TUK).
Kemdikbud sebagai penyelenggara ujian telah memastikan bahwa UKG hanya untuk memetakan dan memperoleh data awal untuk pembinaan guru selanjutnya. Singkatnya, UKG hanya untuk mengawal guru sampai mencapai batas kompetensi minimal tugas keprofesiannya dan tidak terkait dengan pemberian tunjangan profesi.
Pelaksanaan UKG gelombang kedua akan dilaksanakan pada 2 Oktober. Peserta yang ikut, selain yang terjadwal mengikuti pada gelombang kedua, juga peserta yang gagal mengikuti UKG di gelombang pertama karena kendala teknis dan administrasi.
Guru Dapat Nilai Nol, Kok Bisa?
JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan evaluasi
penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) gelombang pertama, terdapat
sejumlah guru yang memperoleh nilai nol. Kendala teknis diduga menjadi
penyebab terjadinya hal ini. Namun, sebenarnya apakah penyebab utamanya?
Lalu apa kendala lainnya dan bagaimana cara mengatasinya?
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, penyebab nilai nol tidak identik karena kemampuan gurunya. Dia mencontohkan, berdasarkan rekaman di server, ada peserta yang login hanya selama dua menit.
"Nilai nol itu terjadi karena bisa saja guru sudah login ke sistem, soal sudah terbuka, tapi langsung keluar tidak menjawab," kata Syawal, Selasa (14/8/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.
Kemungkinan kedua, kata Syawal, setelah login, guru cuma membaca soal-soalnya, tetapi tidak menjawab. Dia menjelaskan, sistem mengenali peserta yang sudah menyelesaikan ujian, tidak menyelesaikan ujian, atau login kemudian membuka soal, tetapi tidak menjawab.
Kasus lainnya, ada guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) yang terdaftar sebagai guru kelas. Saat login, soal yang keluar adalah soal guru kelas. Guru tersebut kemudian tidak menjawab dan keluar dari sistem.
Lalu bagaimana dengan guru yang mengalami kasus seperti ini? Menurut Syawal, mereka akan diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang di UKG gelombang kedua yang dimulai pada bulan 2 Oktober 2012 mendatang.
"Kalau memang tidak dapat mengerjakan soal sama sekali bisa juga nol. Tapi kita tidak yakin ada guru yang tidak dapat mengerjakan sama sekali," ujarnya.
Syawal mengatakan, selama pelaksanaan UKG gelombang pertama, kendala yang dihadapi meliputi kendala teknis dan administrasi. Kendala teknis, misalnya pada instalasi perangkat lunak di tempat uji kompetensi (TUK) tidak berhasil. Sementara, kendala administrasi cenderung pada perbedaan data antara server pusat dengan server lokal TUK.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, penyebab nilai nol tidak identik karena kemampuan gurunya. Dia mencontohkan, berdasarkan rekaman di server, ada peserta yang login hanya selama dua menit.
"Nilai nol itu terjadi karena bisa saja guru sudah login ke sistem, soal sudah terbuka, tapi langsung keluar tidak menjawab," kata Syawal, Selasa (14/8/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.
Kemungkinan kedua, kata Syawal, setelah login, guru cuma membaca soal-soalnya, tetapi tidak menjawab. Dia menjelaskan, sistem mengenali peserta yang sudah menyelesaikan ujian, tidak menyelesaikan ujian, atau login kemudian membuka soal, tetapi tidak menjawab.
Kasus lainnya, ada guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) yang terdaftar sebagai guru kelas. Saat login, soal yang keluar adalah soal guru kelas. Guru tersebut kemudian tidak menjawab dan keluar dari sistem.
Lalu bagaimana dengan guru yang mengalami kasus seperti ini? Menurut Syawal, mereka akan diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang di UKG gelombang kedua yang dimulai pada bulan 2 Oktober 2012 mendatang.
"Kalau memang tidak dapat mengerjakan soal sama sekali bisa juga nol. Tapi kita tidak yakin ada guru yang tidak dapat mengerjakan sama sekali," ujarnya.
Syawal mengatakan, selama pelaksanaan UKG gelombang pertama, kendala yang dihadapi meliputi kendala teknis dan administrasi. Kendala teknis, misalnya pada instalasi perangkat lunak di tempat uji kompetensi (TUK) tidak berhasil. Sementara, kendala administrasi cenderung pada perbedaan data antara server pusat dengan server lokal TUK.
Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6791 (upload by: iwas)
Minggu, 05 Agustus 2012
Keutamaan Malam Lailatul Qodar
Malam Lailatul Qodar
Bismillahirrahmanirrahim
Oleh
: SAWIYANTO, S.PdI
(Ketua Dewan Pakar Gerakan Maghrib Mengaji Tg. Morawa)
Keutamaannya
sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang
membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan
mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat Islam yang mengikuti
sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan
anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul
Qur’an, red), akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan
mengharap pahala dari Allah.
Inilah
wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang
shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.
1.
Keutamaan
Malam Lailatul Qadar
Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar
dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah
berfirman :
(yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]
(yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]
Dan
pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah :
“Sesungguhnya
Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah
yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan
yang penuh hikmah, [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.
Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, [6] sebagai rahmat
dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”[QS
Ad Dukhoon: 3 - 6]
2.
Waktunya
Diriwayatkan
dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam
tanggal 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat
yang ada dalam masalah ini berbeda-beda, Imam Al Iraqi telah mengarang satu
risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar, membawakan
perkatan para ulama dalam masalah ini, lihatlah).
Imam Syafi’I berkata : “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”, beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut.”. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388).
Imam Syafi’I berkata : “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”, beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut.”. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388).
Pendapat
yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan
Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha, dia berkata :
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir
bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang artinya) “Carilah malam Lailatur
Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”. (HR
Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)
Jika
seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh
hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari
terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR
Bukari 4/221 dan Muslim 1165).
Ini
menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku melihat mimpi kalian telah
terjadi, maka barangsiapa ingin mencarinya, carilah pada tujuh hari yang
terakhir.” (Lihat maraji’ diatas).
Telah
diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat.
Dari Ubadah bin Shamit Radiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam keluar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat,
beliau bersabda : “Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang
malam Laitul Qadar, tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat
tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi), semoga ini lebih baik
bagi kalian, maka carilah pada malam 29,27,25 (dan dalam riwayat lain : tujuh,
sembilan, lima). (HR Bukhari 4/232).
Telah
banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh
hari terakhir, yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir.
Hadits yang pertama sifatnya umum, sedang hadits kedua adalah khusus, maka
riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum, dan telah banyak
hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh
hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah,
tidak ada masalah. Maka dengan ini, cocoklah hadits-hadits tersebut, tidak
saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisahkan.
Kesimpulannya
:
Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.
Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.
Paling
benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir
pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah, Ia berkata
:
“Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”.
“Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”.
3.
Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar
Sesungguhnya
malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya,
maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah
diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk
mendapatkannya). Oleh karena itu, dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat
dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar
dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar, jika (telah)
berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR
Bukhari 4/217 dan Muslim 759).
Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang
artinya), “ Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh
keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu.” yang telah lalu. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759)
Disunnahkan
untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah
‘Aisyah Radiyallahu ‘anha, (dia) berkata : “Aku bertanya, Ya Rasulullah
(Shalallahu ‘alaihi wassalam), Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam
Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?”. Beliau menjawab,
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Ya Allah, Engkau Maha
Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.”. (HR
Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850), dari Aisyah, sanadnya shahih. Lihat
syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan, halaman 55-57, karya ibnu Rajab
al Hanbali.)
Saudaraku
– semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya –
engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan
keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari
terakhir, menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, perintahkan kepada
istrimu dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan.
Dari
Aisyah Radiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam
apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan
kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan
badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan
keluarganya.” (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).
Juga
dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha, (dia berkata) : “Adalah Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam
kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam
lainnya.” (HR Muslim 1174).
4.
Tanda-tandanya
Ketahuilah
hamba yang taat – mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan
membantu dengan pertolongaNya – sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wassalam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim
mengetahuinya.
Dari
Ubay Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam
bersabda (yang artinya) : “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit
tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim 762).
Dari
Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam beliau bersabda : (yang artinya) “Siapa
diantara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah.” (HR
Muslim 1170. Perkataannya “Syiqi Jafnah”, syiq artinya setengah, jafnah artinya
bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata :”Dalam hadits ini ada isyarata bahwa malam
Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti
demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.”)
Dan
dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wassalam bersabda (yang artinya) : “ (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang
indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya
sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thyalisi (349), Ibnu Khuzaimah
(3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).
(Dikutip
dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka
Al-Mubarok (PMR), penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir
1424 H. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii
Ramadhan, Bab “Malam Lailatul Qadar”.(sw).
Jumat, 03 Agustus 2012
Orang Puasa Merasakan Nikmatnya Puasa
Oleh : Sawiyanto.
(Kepala MTs/MAS YP. Haji Datuk Abdullah Tanjung Morawa)
Artikel khusus untuk PTK Datuk Abdullah Tanjung Morawa
Firman Allah swt: “Wahai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah:183).
Alhamdulillah kita telah melewati hari ke-14 puasa ramadhan 1433 H (ditulis 4 Agustus 2012). Semoga puasa
serta Ibadah Ramadhan kita berjalan lancar sampai akhir nanti. Jika mencari pahala niscaya dibulan ini lah saatnya, namun kita berlomba-lomba memperbanyak pahala tidak hanya di Bulan Puasa saja melainkan dibulan lainnya juga harus memperbanyak amal baik (amal shaleh), hendaknya
bulan Ramadhan ini kita jadikan moment untuk meningkatkan kualitas diri dan
keimanan kita kepada Allah swt. Sehingga kita bisa terus beribadah,
tidak meninggalkan yang wajib serta memperbanyak yang sunnah hingga akhir hayat.
Di bulan Ramadhan kita diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh, menahan diri dari
waktu imsak hingga berbuka saat maghrib. Tidak hanya menahan rasa lapar
dan haus, tapi juga segala hal yang dapat membatalkan puasa. Perintah
puasa difirmankan oleh Allah swt pada Al Quran surat Al Baqarah ayat
183. Dan puasa Ramadhan ini merupakan salah satu Rukun Islam.
Ketika berpuasa selama satu bulan penuh, kita bisa ikut merasakan bagaimana
orang/fakir miskin yang sedang kelaparan, karena biasanya kita selalu
terpenuhi kebutuhan akan makanan. Maka jika kita bisa merasakan hal
tersebut, kita akan menjadi orang yang fokus terhadap orang yang
sedang kesusahan khususnya fakir miskin. Dengan demikian kita akan
terbiasa menolong mereka dengan memberikan sedekah. Kita tak akan lagi
berlebih-lebihan dan selalu ingat akan kesulitan mereka. Berbagi kepada
sesama serta tidak lupa selalu mensyukuri hidup ini. Dengan berpuasa, kita juga diajarkan untuk menjadi sabar. Sabar di
kala lapar, haus, menahan marah bahkan nafsu syahwat. Jika kita berhasil
menahan itu semua maka keberhasilan yang kita dapatkan. Karena menahan
dan mengendalikan hawa nafsu adalah hal yang paling sulit bagi manusia.
Begitupula jika kita sedang berpuasa, sering kita menghadapi orang yang
menguji kesabaran kita, padahal kita sedang berpuasa dan harus menahan
nafsu kita. Rasulullah saw bersabda: “ Puasa adalah benteng penghalang,
maka janganlah ia berucap dengam kalimat buruk, mencaci, dan menghina,
jika ada yang mengganggunya atau mengumpatnya katakanlah aku puasa, aku
puasa. Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya, sunnguh aroma tidak
sedap di mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada
wangi misik, karena ia meninggalkan makanannya, minumannya, dan
syahwatnya karena Aku (Allah SWT). Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku yang
membalasnya, dan setiap pahala dibalas 10 kali lipat darinya”. (HR.
Bukhari.
Maka kuncinya adalah sabar. Betapa sabar itu adalah kunci sukses
dalam segala hal, subhanallah… Di bulan Ramadhan inilah kita bisa
mengintropeksi dan memperbaiki diri. Dan tentunya agar kita menjadi
orang yang betakwa.
Lantas dimana letak nikmatnya orang yang berpuasa?. Tentu saja secara langsung tidak tergambar, akan tetapi kebahagiaan adalah rumah nikmat, ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, pertama bahagia saat berbuka pada setiap harinya dan yang kedua adalah berbahagia pada saat hari kemenangan kembali suci (fitrah). Secara fisikologis budaya Bangsa Indonesia/masyarakat Islam Indonesia juga akan merasa bahagia ketika dapat membelanjakan persiapan Hari Raya seperti membuat aneka macam kue hari raya, perkakas rumah, kain pintu dan jendela, dan yang tidak kalah pentingnya adalah Pakaian Hari Raya. Terkadang walaupun sudah dibeli pada saat sebelum bulan puasa, akan tetapi tidak lengkap dan tidak sah rasanya jika belanjanya tidak di bulan puasa. Ya, harus diingat juga jangan sampai belanja lebaran secara berlebihan sebab nanti akan menjadi kawan setan.
Semoga Puasa Kita tahun ini memiliki Ruhul Iman yang mantap dan Ketakwaan kepada Allah SWT. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)