JAKARTA, KOMPAS.com � Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik
(BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Syawal
Gultom mengungkapkan, nilai rata-rata nasional uji kompetensi guru (UKG)
gelombang pertama adalah 4,5. Menurut dia, nilai rata-rata ini sudah
menggambarkan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan
para guru dalam meningkatkan kompetensinya.
Dia mencontohkan, misalnya untuk mata pelajaran Matematika, apakah
guru kesulitan di Aljabar, Geometri, atau Statistik. Berdasarkan hasil
UKG, Kemdikbud akan mendesain diklatnya.
"Hasil
UKG ini masukan berharga bagi guru
untuk mengembangkan diri sendiri, masukan bagi sekolah untuk membina
guru, penyelenggara diklat, serta lembaga pendidikan dan tenaga
kependidikan (LPTK)," kata Syawal di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa
(14/8/2012).
UKG gelombang pertama yang dimulai 31 Juli
telah selesai diselenggarakan hingga 12 Agustus lalu. Sebanyak 624.702
guru telah mengikuti
UKG dari total jumlah peserta yang mencapai 1.006.211 guru.
UKG sendiri melibatkan 2.979 tempat uji kompetensi (TUK).
Kemdikbud sebagai penyelenggara ujian telah memastikan bahwa
UKG hanya untuk memetakan dan memperoleh data awal untuk pembinaan guru selanjutnya. Singkatnya,
UKG hanya
untuk mengawal guru sampai mencapai batas kompetensi minimal tugas
keprofesiannya dan tidak terkait dengan pemberian tunjangan profesi.
Pelaksanaan
UKG gelombang kedua akan
dilaksanakan pada 2 Oktober. Peserta yang ikut, selain yang terjadwal
mengikuti pada gelombang kedua, juga peserta yang gagal mengikuti
UKG di gelombang pertama karena kendala teknis dan administrasi.
Guru Dapat Nilai Nol, Kok Bisa?
JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan evaluasi
penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) gelombang pertama, terdapat
sejumlah guru yang memperoleh nilai nol. Kendala teknis diduga menjadi
penyebab terjadinya hal ini. Namun, sebenarnya apakah penyebab utamanya?
Lalu apa kendala lainnya dan bagaimana cara mengatasinya?
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan
Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, penyebab nilai nol tidak identik
karena kemampuan gurunya. Dia mencontohkan, berdasarkan rekaman di
server, ada peserta yang login hanya selama dua menit.
"Nilai nol itu terjadi karena bisa saja guru sudah login ke sistem,
soal sudah terbuka, tapi langsung keluar tidak menjawab," kata Syawal,
Selasa (14/8/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.
Kemungkinan kedua, kata Syawal, setelah login, guru cuma membaca
soal-soalnya, tetapi tidak menjawab. Dia menjelaskan, sistem mengenali
peserta yang sudah menyelesaikan ujian, tidak menyelesaikan ujian, atau
login kemudian membuka soal, tetapi tidak menjawab.
Kasus lainnya, ada guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes)
yang terdaftar sebagai guru kelas. Saat login, soal yang keluar adalah
soal guru kelas. Guru tersebut kemudian tidak menjawab dan keluar dari
sistem.
Lalu bagaimana dengan guru yang mengalami kasus seperti ini? Menurut
Syawal, mereka akan diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang di UKG gelombang kedua yang dimulai pada bulan 2 Oktober 2012 mendatang.
"Kalau memang tidak dapat mengerjakan soal sama sekali bisa juga nol.
Tapi kita tidak yakin ada guru yang tidak dapat mengerjakan sama
sekali," ujarnya.
Syawal mengatakan, selama pelaksanaan UKG gelombang
pertama, kendala yang dihadapi meliputi kendala teknis dan
administrasi. Kendala teknis, misalnya pada instalasi perangkat lunak di
tempat uji kompetensi (TUK) tidak berhasil. Sementara, kendala
administrasi cenderung pada perbedaan data antara server pusat dengan
server lokal TUK.
Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6791 (upload by: iwas)