Pages

Banner Jalan

 

Kamis, 11 September 2014

UJIAN MID SEMESTER GANJIL T.P. 2014/2015

0 komentar
Kepada Bapak/Ibu Dewan Guru MAS. YP. Haji Datuk Abdullah, agar membuat soal ujian Mid Semester Ganjil T.P. 2014/2015 dengan mempedomani Kisi-kisi Ujian Mid Semester Ganjil 2014/2015, serta melaporkan hasil Ujian Mid Semester Ganjil T.P. 2014/2015 dalam bentuk softcopy dan hardcopy selambat-lambatnya tanggal 30 September 2014.
Untuk Blangko Kisi-kisi, Blangko Soal dan Daftar Nilai Ujian Mid Semester Ganjil T.P. 2014/2015 dapat didownload di bawah ini :
Blangko Kisi-Kisi Ujian Mid Semester Ganjil T.P. 2014/2015 DOWNLOAD DISINI!

Blangko Soal Ujian Mid Semester Ganjil T.P. 2014/2015 DOWNLOAD DISINI!

Daftar Nilai Ujian Mid Semester Ganjil T.P. 2014/2015 DOWNLOAD DISINI!

Read more...

Kamis, 11 April 2013

Magang Siswa MA YP. H. Datuk Abdullah Tanjung Morawa

0 komentar
Foto Kegiatan Magang IT Jaringan
Siswa-Siswi MA YP. Haji Datuk Abdullah Tanjung Morawa
Tahun Anggaran 2012


Read more...

Senin, 19 November 2012

Wisuda Magister IAIN Sumut 2012

1 komentar
Kepala MTs YP. H. Datuk Abdullah Tanjung Morawa yang juga sebagai Kepala MAS. YP. H. Datuk Abdullah Tanjung Morawa RESMI pada tanggal 19 Nopember 2012 di Wisuda oleh Rektor IAIN Sumatera Utara. Acara yang digelar di Kampus I IAIN Sumut pada Gelanggang Mahasiswa IAIN memberikan arti tersendiri bagi Kepala MTs/MAS. Perjuangan untuk mendapatkan gelar Master of Arts ini melalui perjuangan yang sangat melelahkan, tapi itu memang prinsip belajar, penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Semoga Ilmu yang didapat dapat bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama.
Read more...

Jumat, 31 Agustus 2012

66.219 Guru Jateng Mengulang UKG

0 komentar
SEMARANG- Sebanyak 66.219 pendidik bersertifikat di Jawa Tengah akan mengulang pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) pada Oktober mendatang. Mereka melaksanakan UKG ulang, karena pada penyelenggaraan Juli lalu tertunda disebabkan gangguan teknis dari Kemdikbud.
Pelaksanaan UKG pada pertengahan Juli tertunda, karena di beberapa daerah tidak dapat mengakses server Kemdikbud, sehingga ada puluhan ribu peserta khususnya di Jateng tidak bisa mengikuti proses pemetaan kompetensi pendidik.
Kasi Pemetaan Mutu Pendidikan LPMP Jateng Yuli Haryanto mengatakan, untuk di Jawa Tengah tercatat jumlah peserta UKG pada tahap pertama di bulan Juli sebanyak 116.514 orang. Mereka terdiri atas guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
�Namun, dalam proses tersebut yang terhitung mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2012, hanya 50.295 guru yang bisa mengikuti,� ungkapnya.
Pada pelaksanaan hari pertama yang terjadwal untuk ujian guru SMP, hampir di semua kabupaten/kota gagal atau tidak bisa terkoneksi dengan server.
Namun, pada hari kedua sudah banyak daerah yang bisa mengakses dan guru dapat mengerjakan tes, kecuali untuk wilayah Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen.
Beragam
Jumlah guru yang dapat mengikuti UKG di berbagai daerah sangat beragam. Ada yang sudah 70% hingga 90% guru sudah dapat ikut tes, tapi ada juga daerah yang keikutsertaan pesertanya pada persentase 0% hingga 2% seperti di Magelang, Boyolali, Kebumen, dan Wonosobo.
�Seperti di Pati, Rembang, Jepara, Tegal, dan Pemalang pada hari kedua UKG sudah lancar dan guru bisa ikut UKG,� ujar Yuli.
Sesuai rencana awal, bagi pendidik yang belum bisa mengikuti UKG pada tahap pertama akan turut di bulan Oktober bersama uji kompetensi kepala sekolah, guru SMK, dan pengawas sekolah.
�Jadwal akan dimulai 2 Oktober, namun hingga kapan kami belum tahu. Kemdikbud tengah mempersiapkan secara matang mengenai jumlah peserta dan data guru agar pada pelaksanaan nanti tidak terjadi gangguan teknis lagi,� tandasnya. (K3-37).
Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6798.
(by.iwas)
Read more...

300 Ribu Guru Madrasah Sudah Sertifikasi

0 komentar
Bogor (Pinmas)—Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat PhD menyatakan, pihaknya tengah memproses sertifikasi guru madrasah baik guru negeri maupun swasta. Sampai saat ini sudah sekitar 300 ribu guru madrasah di tanah air yang telah menempuh proses sertifikasi.
“Seluruhnya guru madrasah sekitar 650 ribu, memang belum sampai 50 persen yang sudah sertifikasi,” kata Bahrul Hayat usai mengisi materi pada workshop peningkatan wawasan penelitian pendidikan agama dan keagamaan, Rabu (29/8) menjelang tengah malam. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag di Hotel Lor In Sentul, Bogor berlangsung 28-30 Agustus.
Seluruh proses sertfikasi guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama, kata Sekjen, ditargetkan dapat rampung tahun 2014. “Peningkatan kualitas pendidikan di tanah air tidak terlepas dari perbaikan kualitas guru,” ujarnya.
FotoDalam kesempatan itu, Sekjen juga memaparkan tentang buku yang bertajuk Benchmark Internasional Mutu Pendidikan yang ditulis pejabat kelahiran Tasikmalaya ini yang mengupas soal kebijakan pendidikan yang dinilai telah bergeser dari input-oriented ke outcome-based.
Menurut alumnus S-2 Universitas Pittsburgh (1989) dan S-3 Universitas Chicago, Amerika Serikat (1992) ini perbaikan dan peningkatan mutu masukan dan proses pendidikan harus merupakan upaya penjabaran untuk mencapai expected outcome tadi. Oleh karena itu, standardisasi expected outcome dalam bentuk kompetensi menjadi titik awal untuk standardisasi masukan dan proses pendidikan.
Selain itu, pada era globalisasi, telah terjadi mutual recognition antarnegara tentang kualifikasi lulusan ini, sehingga meniscayakan adanya proses nasionalisasi dan transnasionalisasi kompetensi lulusan lembaga pendidikan. Kompetensi lulusan itu bergeser dari local specific ke global universal sebagai survival kit untuk dapat bertahan pada era mendatang.
Pola pikir ini telah sejak lama menjadi bagian dari diskusi-diskusi pakar pendidikan di Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA), yang kemudian menghasilkan upaya benchmarking internasional mutu pendidikan.
Buku tersebut membahas studi internasional yang diadakan oleh OECD dan IEA, yaitu Program for International Student Assessment (PISA), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), dan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS). Hasil studi itu telah mengingatkan bahwa sistem pendidikan di negeri ini perlu penataan baru agar senantiasa berperan merintis dan memantapkan kemajuan kehidupan mendatang dalam peradaban yang tinggi, indah, dan bermartabat.
“Potensi manusia dapat dikembangkan secara proposional jika pendidikan, literasi bahasa, matematika dan sains dilakukan secara terintegrasi,” kata Sekjen Bahrul Hayat. (ks)
Sumber: http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=102227 (iwas).
Read more...

Sabtu, 18 Agustus 2012

Idul Fitri 1433 H Jatuh Pada Hari Ahad 19 Agustus 2012

0 komentar
Jakarta, bimasislam -- Perayaan Idul Fitri 1433 H/2012 M ditetapkan jatuh pada hari  Ahad 
19 Agustus 2012. Hal ini dipastikan setelah sidang itsbat penetapan 1 Syawal Kementerian Agama memutuskan hal tersebut, Sabtu (18/8) bertempat di Gedung Kementerian Agama. Sidang ini diikuti oleh anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama RI, Ormas Islam, Pimpinan Pesantren, Akademisi dan Lembaga Astronomi seperti Boscha,
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Planetarium, Bakosurtanal dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ).
Ketua BHR yang juga merangkap  Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Dr. Muchtar Ali melaporkan, berdasar hasil pemantauan di 80 titik rukyat yang tersebar di seluruh Indonesia dan yang berhasil melihat hilal di tiga titik yaitu Kupang, Makasar dan Gresik, posisi hilal berada di atas ufuk antara 5-7 derajat. Dengan demikian, berdasarkan ketentuan yang berlaku, 1 Syawal jatuh pada hari ahad besok. 


“Berdasarkan hasil pemantauan, posisi hilal berada di atas standar penetapan kalender qomariyah negara anggota MABIMS", tegasnya.


Ditempat yang sama, Menteri Agama, Suryadharma Ali, mengatakan secara astronomi sudah dijelaskan dan tidak ada keraguan sedikitpun jika hilal dapat dilihat. Begitupun dengan laporan dari ormas-ormas Islam bahwa hilal di atas batas imkanurrukyah. Karenananya, lanjut dia, 1 Syawal 1433 H bertepatan dengan hari Ahad 19 Agustus 2012.
Menag menambahakan pihaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh elemen ormas Islam untuk menemukan kata sepakat dalam standar penetapan bulan qomariyah. "Alhamdulillah tahun ini kita lebaran bersama. Semoga menjadi awal yang baik", tegasnya   

Sidang Isbat tersebut dimulai pukul 17.00 WIB. Tampak hadir beberapa pejabat Kemenag, diantaranya Wakil Menag Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil. Sejumlah ormas juga hadir diantaranya MUI, Nahdlatul Ulama, Al Wasliyah, Persis, ICMI, Al Ijtihadiyah, LDII, dan Hidayatullah. Perwakilan dubes negara Islam juga hadir seperti dari Kedubes Brunei Darussalam, Palestina, dan Iran
Sidang Itsbat merupakan forum tertinggi  dalam pengambilan keputusan penentuan bulan qomariyah. Pemerintah diberikan amanat untuk menyelenggarakan sidang ini sebagai forum pengambilan ketetapan tekait penanggalan bulan qomariyah berdasarkan hasil Musyawarah pimpinan ormas Islam, MUI dan Pemerintah di Jakarta 28 September 1998 dan Fatwa MUI Nomor 2 tahun 2004. (syam-jeje)
Sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id/component/content/article/39-berita/572-idul-fitri-2012-lebaran-istbat-1-syawal.html (Upload by iwas)
Read more...

Nilai Rata-rata UKG Gelombang Pertama 4,5

0 komentar
JAKARTA, KOMPAS.com � Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Syawal Gultom mengungkapkan, nilai rata-rata nasional uji kompetensi guru (UKG) gelombang pertama adalah 4,5. Menurut dia, nilai rata-rata ini sudah menggambarkan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan para guru dalam meningkatkan kompetensinya.
Dia mencontohkan, misalnya untuk mata pelajaran Matematika, apakah guru kesulitan di Aljabar, Geometri, atau Statistik. Berdasarkan hasil UKG, Kemdikbud akan mendesain diklatnya.
"Hasil UKG ini masukan berharga bagi guru untuk mengembangkan diri sendiri, masukan bagi sekolah untuk membina guru, penyelenggara diklat, serta lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK)," kata Syawal di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
UKG gelombang pertama yang dimulai 31 Juli telah selesai diselenggarakan hingga 12 Agustus lalu. Sebanyak 624.702 guru telah mengikuti UKG dari total jumlah peserta yang mencapai 1.006.211 guru. UKG sendiri melibatkan 2.979 tempat uji kompetensi (TUK).
Kemdikbud sebagai penyelenggara ujian telah memastikan bahwa UKG hanya untuk memetakan dan memperoleh data awal untuk pembinaan guru selanjutnya. Singkatnya, UKG hanya untuk mengawal guru sampai mencapai batas kompetensi minimal tugas keprofesiannya dan tidak terkait dengan pemberian tunjangan profesi.
Pelaksanaan UKG gelombang kedua akan dilaksanakan pada 2 Oktober. Peserta yang ikut, selain yang terjadwal mengikuti pada gelombang kedua, juga peserta yang gagal mengikuti UKG di gelombang pertama karena kendala teknis dan administrasi.

Guru Dapat Nilai Nol, Kok Bisa?
JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) gelombang pertama, terdapat sejumlah guru yang memperoleh nilai nol. Kendala teknis diduga menjadi penyebab terjadinya hal ini. Namun, sebenarnya apakah penyebab utamanya? Lalu apa kendala lainnya dan bagaimana cara mengatasinya?
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, penyebab nilai nol tidak identik karena kemampuan gurunya. Dia mencontohkan, berdasarkan rekaman di server, ada peserta yang login hanya selama dua menit.
"Nilai nol itu terjadi karena bisa saja guru sudah login ke sistem, soal sudah terbuka, tapi langsung keluar tidak menjawab," kata Syawal, Selasa (14/8/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.
Kemungkinan kedua, kata Syawal, setelah login, guru cuma membaca soal-soalnya, tetapi tidak menjawab. Dia menjelaskan, sistem mengenali peserta yang sudah menyelesaikan ujian, tidak menyelesaikan ujian, atau login kemudian membuka soal, tetapi tidak menjawab.
Kasus lainnya, ada guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) yang terdaftar sebagai guru kelas. Saat login, soal yang keluar adalah soal guru kelas. Guru tersebut kemudian tidak menjawab dan keluar dari sistem.
Lalu bagaimana dengan guru yang mengalami kasus seperti ini? Menurut Syawal, mereka akan diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang di UKG gelombang kedua yang dimulai pada bulan 2 Oktober 2012 mendatang.
"Kalau memang tidak dapat mengerjakan soal sama sekali bisa juga nol. Tapi kita tidak yakin ada guru yang tidak dapat mengerjakan sama sekali," ujarnya.
Syawal mengatakan, selama pelaksanaan UKG gelombang pertama, kendala yang dihadapi meliputi kendala teknis dan administrasi. Kendala teknis, misalnya pada instalasi perangkat lunak di tempat uji kompetensi (TUK) tidak berhasil. Sementara, kendala administrasi cenderung pada perbedaan data antara server pusat dengan server lokal TUK.

Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6791 (upload by: iwas)
Read more...